Pada saat minum air es (air
dingin), suhu dingin tersebut dapat berfungsi sebagai anestesi (bius) lokal. Saraf
pada lidah menjadi tidak dapat merasakan pedas tersebut. Tetepi setelah air es
(air dingin) itu masuk ke kerongkongan, rasa pedas pada lidah tidaklah hilang.
Sedangkan ketika kita minum air
panas, pada saat meminum air panas, lidah kita seolah merasakan bertambah
pedas, padahal rasa pedas tambahan itu karena lidah kita merasa panas ketika
bertamu dengan air panas. Tetapi setelah air panas itu hilang dari lidah, air
panas akan melarutkan senyawa capsaicin
itu sehingga rasa pedas akan berkurang cepat.
0 komentar:
Posting Komentar