Senin, 22 Oktober 2012

Mercedes-Benz Serie-OH

O6600
 
Mesin OH
OH itu apa sih? Mungkin itu yang kerap jadi pertanyaan kalo pas lagi baca thread tentang mesin Mercedes-Benz (MB), lalu tipenya apa saja dan gimana cara membedakannya? Pingin nanya malah disemprot.. emang kemarin kemana aja mas? Baca tuh ulasan sebelumnya.. hehe bukannya puas malah lemas deh…
 
O 6600
Ok deh cerita tentang MB ya, nomenkaltur (penamaan) dengan menggunakan huruf “O” (Omnibusse) dimulai dari tahun 1930, dan 4 angka dibelakang dinyatakan untuk beban yang dapat diangkut oleh chassis. Misalnya pada zaman itu ada O 2500, O 3000, O 4000, O 8500 dengan versi sebelumnya N 1, N 5,  N2, C12, C18, C24 (2 digit belakang huruf C adalah besaran output tenaga mesin).  pada tahun2 ini (1928) juga diperkenalkan mesin diesel untuk kendaraan niaga, yaitu OM 5 (70 hp). OM disini singkatan dari Oelmotor (Oil Engine). Beberapa teknologi yang sudah dipakai adalah penggunaan rem pneumatic pada tahun 1923.
 
 
Selain untuk bus besar (seri O) juga dibuat versi medium dari pengembangan bus besar yaitu seri Lo (Leichstahlomnibus/lightweight steel bus).
lop3100Tahun 1934, bus Lo mengalami perkembangan yaitu seri LoP3100, dengan mesin berdaya 95hp dan posisi mesin ada di sebelah pak supir (model OF seperti sekarang) dari sebelumnya yang mesin berada di depan pak supir. Model ini dikenal juga dengan model Pullman (P).

O 6600 adalah pengembangan dari sasis truk L 6600. Selain itu juga dibuat model Pullman (OP 6600) dan pada musim semi 1951 diperkenalkan model O 6600 H (Hinterdeck), bus bermesin belakang tetapi dikendalikan dari depan.


O6600HO 6600 H.
Teknologi yang menjadi pionir yang hingga saat ini masih dipakai, memungkinkan bus lebih nyaman. Bus bermesin OM315 6 silinder bertenaga 145hp. Selain itu juga dilengkapi dengan electric gearshift system. Dengan chassis dan body terpisah, O 6600 H masih menyisakan kesamaan dengan truk, selain mesin yang sudah diletakkan di belakang,
Pada tahun 1954 diperkenalkan O 321 H yang memiliki design semi integral, dengan kata lain body terpasang pada kerangka unit lantai yang berperan sebagai penyangga beban keseluruhan.


O321HO321H
Denan teknologi seperti ini menjadikan bus lebih ringan, lebih stabil dan bagasi lebih luas karena tidak adanya sasis yang melintang. Selain itu juga lebih nyaman dengan digantinya per daun dengan per koil pada roda depan. Ada dua versi mesin yang dipakai, 110 hp dan 126 hp.

Selain itu juga dibuat O317, bus bermesin diantara axle (mesin tengah) bersuspensi udara pertama yang diproduksi di Jerman. Bus dengan panjang 12m dan dpt mengangkut 120orang, bertenaga 190hp dengan mesin 6 silinder OM326. Selain digunakan untuk bus kota, juga digunakan untuk bus tingkat dan bus semi tingkat.O317


Mercedez-Benz di Indonesia
Untuk di Indonesia sendiri ada beberapa varian baik LP, OF, OK dan OH. Tapi yang mau dibicarakan disini dititikberatkan pada OH  Sebelum tahun 1970 bus MB dimasukkan ke Indonesia secara bulat2 (CBU). Mungkin yang dikenal oleh kawan2 adalah bus PPD model O302 seperti yang ada di TMII

O302Setelah  dengan adanya ATPM di Indonesia dimasukan chassis bus yang didatangkan dari Brazil secara CKD. Menurut beberapa sumber, bus mesin belakang sudah dipasarkan dari tahun 1982. Mungkin terasa aneh karena kok mesinnya disimpan dalam bagasi kaya VW Combi aja, mungkin kawan2 pernah dengar cerita lucu tentang mesin belakang.  Selain itu pasar belum siap yang masih setia dengan menggunakan chassis OF yang mudah mendeteksi gangguan mesin dan merasakan putaran mesin (gak perlu tachometer) sehingga mesin OH baru popular di akhir tahun 1980an yang banyak menuntut kenyamanan penumpang.

OH1113OH1113
bus modern di zaman nya, bermesin OM366A, dilengkapi dengan turbocharger menghasilkan output 170hp (DIN) atau setara 190hp (DIN). Bus ini juga sudah dilengkapi dengan power steering, kelengkaan yang sangat langka pada jenis-jenis bus saat itu. Pada model ini hanya dipasarkan wheelbase 5,1 meter.

OH1518 dan 1521
Bus yang masih banyak beredar sampat saat ini. Dengan pengembangan dari versi sebelumnya yang juga menggunakan mesin yang sama. (penambahan intercooler, pneumatic gearshift assist, sepatu rem yg lebih lebar, gearbox G60 6 speed kecepatan dan panjang wheelbase 6meter untuk 1521). Beberapa penambahan diantaranya adalah compressor udara yang kapasitasnya diperbesar dan beberapa perubahan minor lain.

OH1525
Bus yang mulai diperkenalkan sejak tahun 2004, menggunakan mesin OM906LA turbo intercooler menghasilkan daya 246HP. Dengan cc yang lebih kecil menghasilkan daya yang lebih besar. BBM lebih hemat dan efisen berkat bantuan injeksi elektronis, dan sudah memenuhi standar Euro2.

OH1518
Bus yang mulai diproduksi di Indonesia tahun 2008 ini sudah memenuhi standar euro3, bermesin OM904LA menghasilkan daya 174HP, mesin 4 silinder yang lebih ekonomis.

Kalau sudah begitu, bagaimana cara membedakannya? Bus yang sudah dipakaikan body agak sulit memang untuk membedakannya kecuali crew dan montir yang megang bus tersebut, OM366Aapakah prima(1113), king(1518), intercooler(1521) atau banci (1518 dgn 6speed w/o intercooler).  Secara garis besar tenaga yang dihasilkan oleh bus2 tersebut hampir sama saja karena ditopang oleh mesin yang sama. Yang paling banter untuk bisa dibedakan adalah dari suara “s butterfly” pengaturan udara tekan rem.  Apalagi kalau chassis nya sudah diperpanjang, makin sulit membedakan, kecuali bus itu diperkosa alias ditelanjangi hehehe..

Kalau kasusnya sudah dipakaikan baju (body)gimana dong? Kayaknya kalau sebagai penumpang gak perlu senjelimet ini. Untuk membedakan antara prima dan king, bisa dilihat dari pedal rem nya. Kalau sudah dirubah juga, lihat compressor udara di bagian mesin.  Kalau masih kecil itu prima, dan lihat pulley dan fan belt untuk radiator satu buah untuk prima dan dua buah untuk king, lalu lihat juga tulisan yang ada di water reservoir untuk radiator kalau masih bahasa inggris, bus masih prima dan kalau sudah Indonesia, bus sudah king. Kalau semua itu sudah dirubah, lihat nomor chassis nya, kalau sudah dibagian kiri dan sudah ada tulisan MHL (kode dari Deperind untuk MB, MHN untuk Hino dll) bus tsb adalah king, tetapi kalau masih di bagian kanan tanpa embel2 MHL bus masih prima. Kalau untuk 1521 tinggal lihat saja belalai saluran intercoolernya.OH1518
Untuk bus baru 1518 eIII dengan 1525 justru lebih mudah membedakannya dari luar. Physically 1518 lebih pendek dari 1525, tetapi ber wheelbase sama, overhang depan lebih panjang xbc 100mm tetapi over belakang lebih panjang 1525 yatu  200mm, speedometer yg lebih modern. beberapa precaution yang harus dipatuhi oleh pihak karoseri seperti harus adanya sirkulasi udara di flap engine belakang, scoop air intake yang harus sampai atas, dan panel depan yang harus dapat dibuka untuk maintenance pedal memudahkan kita untuk membedakan dengan yang lainnya

OM366AMesin OM 366 A, dipakai oleh OF 1113, OF 1113 with turbo, OH 1113, OH 1518, OH 1521



 
 
 
 

Senin, 30 Juli 2012

KAROSERI

Karoseri berasal dari bahasa Belanda Carrosserie adalah rumah-rumah kendaraan yang dibangun di
atas rangka/chasis mobil atau chasis khusus bus ataupun truk. Pada awalnya karoseri di Indonesia menggunakan rangka kayu, yang dilapisi dengan
plat logam tipis. Industri ini berkembang dengan sangat pesat pada tahun 1970an, dan pada saat itu
banyak mobil penumpang ataup...un minibus yang
dibangun dari pickup, termasuk juga pembuata
n bus
dari chasis truk. Sekarang hanya bus dan truk yang
banyak diproduksi oleh industri karoseri disamping
kendaraan khusus seperti ambulance, pemadam kebakaran. Teknologi baru dalam pembangunanan karoseri
adalah Monocoque yang mempunyai tingkat keselamatan yang lebih tinggi serta kenyamanan yang lebih baik, dan penggunaan bahan-bahan
ringan dan kuat seperti aluminium, kaca serat termasuk serat arang (Carbon fibre).

-Industri Karoseri

Berikut ini beberapa industri karoseri yang
produknya masih ada saat ini :

-Adi Putro (Malang, Jawa Timur)
-Cipta Karya (Medan, Sumatera Utara)
-PT. Delimajaya Carrosserie Industry/ Delimajaya
(Bogor, Jawa Barat)
-Rahayu Santosa (Bogor, Jawa Barat)
-Restu Ibu (Gunung Putri, Jawa Barat)
-PT. Mekar Armada Jaya / New Armada
(Magelang, Jawa Tengah)
-Morodadi Prima (Malang, Jawa Timur)
-Piala Mas (Malang, Jawa Timur)
-Sumber Teknik Motor (Jakarta Utara, Jawa Barat)
-Trijaya Union Karoseri (Tangerang, Banten)
-Trisakti (Magelang, Jawa Tengah)
-Tugas Anda (Pasuruan)
-Laksana (Ungaran)
-Tugas Kita (Semarang)
-PT. Bahtera Putera Abadi (Bogor, Jawa Barat)
-Bintang Berlian (Bandung, Jawa Barat)
-New Lie Ling (Bandung, Jawa Barat)
-Putra Berlian (Bandung, Jawa Barat)
-Liling Putra (Bandung, Jawa Barat)

Rute Trayek Bis Trans Jogja..

Siapa sih yang gak kenal dengan Kota Jogjakarta??
kota yang menawarkan sejuta keindahan dengan keramahan..
kota yang kaya akan kesenian dan budaya yang masih sangat kental..
meski virus westernisasi sudah menjamah kota ini, namun tetap tidak mengurangi kerahaman dan keindahannya..
Kali ini untuk para Bagpacker yang mau muter muterin jogja, klo belom pernah nyobain bis trans jogja, kamu boleh nyobain nih fasilitas kota Jogja.. Bis Trans Jogja..dan ini rute trayeknya.. cekidots..
Trayek 1A : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – Stasiun Tugu – Malioboro – JEC
Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (bawah) – S3. UIN Kalijaga – S4. Demangan – S4. Gramedia – S4. Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S4. Gondomanan – S4. Pasar Sentul – S4. SGM – Gembira Loka – S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (atas) – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.

 Trayek 1B : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – JEC – Kantor Pos Besar – Pingit – UGMTerminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S4. Pasar Sentul – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS.PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Gramedia – Bundaran UGM – S3. Colombo – S4. Demangan – S3. UIN Sunan Kalijaga – Janti – S3. Maguwoharjo – Bandra Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.

Trayek 2A : Terminal Jombor – Malioboro – Basen – Kridosono – UGM – Terminal Condong Catur
Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S4. Gondomanan – S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4. Gambiran – S3 . Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S3. Cendana – S4. Mandala Krida – S4. Gayam – Flyover Lempuyangan – Kridosono – S4. Duta Wacana – S4. Galeria – S4. Gramedia – Bunderan UGM – S3. Colombo – Terminal Condongcatur – S4. Kentungan – S4. Monjali – Terminal Jombor.


Trayek 2B : Terminal Jombor – Termina Condongcatur – UGM – Kridosono – Basen – Kantor Pos Besar – Wirobrajan – Pingit-Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – S3. Colombo – Bundaran UGM – S4. Gramedia – Kridosono – S4. Duta Wacana – Fly-over Lempuyangan – S4. Gayam – S4. Mandala Krida – S3. Cendana – S4. SGM – Gembiraloka– S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S4.Tungkak – S4. Joktengwetan – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Wirobrajan – S3. BPK – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Monjali – Terminal Jombor.

Trayek 3A : Terminal Giwangan – Kotagede – Bandara Adisucipto – Ringroad Utara – MM UGM – Pingit – Malioboro – Jokteng Kulon-Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S3. HS-Silver – Jl. Nyi Pembayun – S3. Pegadaian Kotagede – S3. Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (lewat atas) – S3. Janti – S3. Maguwoharjo – Bandara ADISUCIPTO – S3. Maguwoharjo – Ringroad Utara – Terminal Condongcatur – S4. Kentungan – S4. MM UGM – S4. MirotaKampus – S3. Gondolayu – S4. Tugu – S4. Pingit – Bundaran SAMSAT – S4. Badran – S3. PasarKembang – Stasiun TUGU – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Jokteng Kulon – S4. Plengkung Gading – S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4.Wirosaban – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.

Trayek 3B : Terminal Giwangan – Jokteng Kulon – Pingit – MM UGM – Ring Road Utara – Bandara Adisuciptp – Kotagede-Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S4. Wirosaban – S4. Tungkak – S4.Jokteng Wetan – S4. Plengkung Gading – S4. JoktengKulon – S4. Ngabean – S3. RS PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S3. Gondolayu – S4. Mirota Kampus – S4. MM UGM – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – Ringroad Utara – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – JANTI (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S3. Pegadaian Kotagede – Jl.Nyi Pembayun – S3. HS-Silver – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.







Air Suspension


Air Suspension atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut Suspensi Udara adalah suatu sistem suspensi / peredam getaran pada kendaraan yang memanfaatkan tekanan udara untuk meredam getaran. Udara bertekanan dari kompresor dialirkan ke balon udara (air bellow) yang terbuat dari karet. Balon karet inilah yang menopang kendaraan menggantikan per daun atau per keong (spiral) pada sistem konvensional.

Konfigurasi / jumlah balon karet ini berbeda-beda. Tapi pada umumnya bis2 yang beredar di Indonesia konfigurasinya adalah 2 buah balon karet pada axle depan dan 4 buah balon karet pada axle belakang.



Air Suspension ini ada yang bawaan chassis (built in air suspension) dan ada juga yang rakitan karoseri lokal di Indonesia. Air suspension bawaan chassis umumnya dilengkapi dengan "Levelling Sensor" yang berfungsi mendeteksi kemiringan bis jika bis berbelok. Prinsipnya yaitu tekanan udara akan dipompakan lebih besar ke sisi yg lebih rendah. Misalnya bis belok kekanan, otomatis body akan miring ke kiri. Maka tekanan udara akan diberikan lebih besar ke suspensi sebelah kiri agar ketinggian bis menjadi seimbang.



Untuk mengatur ketinggian bis bisa diatur dari kabin, switch pengatur biasanya ada di dashboard. Di chassis Scania ada 2 switch air suspension yang mempunyai fungsi :
- Satu switch berfungsi menaikkan dan menurunkan ketinggian bis, termasuk ketika bis berjalan.
- Satu switch lagi berfungsi mengembalikan bis pada ketinggian standart (ketingian standart sudah diset dari pabrikan & bisa diubah dengan memakai komputer) dan untuk menentukan posisi parkir (ketika parkir walaupun permukaan jalan miring / tidak rata pada ke-empat poros rodanya tapi ketinggian bis bisa menjadi rata sepanjang masih dalam batas toleransi travelling airsusnya).